Kerap setiap manusia hanya berpikir linier, lurus kedepan, dan hanya berupaya menjawab pertanyaan "mengapa" kita melupakan bergunung-gunung kesempatan yang belum terjamah orang, hanya karena kita tidak ramah kepada pertanyaan kienapa tidak?"
kita sering dihadapkan kepada suatu
keharusan untuk menjelaskan mengapa kita memilik tindakan tertentu. dan
karenanya kita terundang untuk membangun kemampuan yang prima untuk menjelaskan
mengapa.
Dan bukankah dengannya kita telah
terjebak ke dalam sesuatu yang tidak penting kontribusinya bagi kemampuan kita
untuk membangun pertumbuhan usaha yang berkesinambungan? dan akan mendatang
kehancuran bagi perusahaan kita, adalah orang-orang yang hanya pandai
menjelaskan mengapa, terutama bila mereka gagal.
Itulah jebakan bagi mereka yang
berlebihan dalam mengupayakan kecanggihan. Cobalah sesekali berpikir linieer,
tidak urut, tidak runtut, dan tidak mengubah yang sekarang sudah ada.
Cobalah untuk bertanya mengapa kita
tidak menmcoba sesuatu yang lain dari yang sekarang sudah biasa kita lakukan
Mungkin jawabannya ada pada
